Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam

Reklamasi Teluk Jakarta: Setelah Keputusan PTUN Lalu Apa?

Kontestasi Pemilihan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang baru saja usai helat sedikit banyak telah membuat terlarut dalam kerasnya dinamika yang timbul. Pekerjaan rumah-pun telah menanti pemimpin yang baru saja terpilih. Provinsi yang merupakan pusat pemerintahan dan perekonomian Indonesia memang dikenal dengan ribuan problematika. Baik berbicara pemerataan ekonomi maupun masalah lingkungan hidup. Termasuk sengketa masalah reklamasi teluk Jakarta yang cukup menguras otak dan tenaga para pemangku kepentingan.

Kata “Terlanjur” mungkin mampu menggambarkan keberadaan pulau-pulau buatan hasil reklamasi di teluk Jakarta. Meski hasil keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta telah mengabulkan gugatan para aktivis lingkungan hidup terkait izin reklamasi di teluk Jakarta. Namun akan banyak permasalahan apabila pulau-pulau reklamasi yang sudah terbentuk dibiarkan terbengkalai. Hari ini para aktivis lingkungan hidup harusnya memikirkan apa-apa yang harus dilakukan dalam mengembalikan kestabilan ekosistem biota laut yang ada di teluk Jakarta. Jangan hanya merasa menang hanya karena gugatan telah dikabulkan.

Sebagai aktivis lingkungan hidup seharusnya tidak hanya berteriak dalam momentum-momentum tertentu saja. Dengan ada pengharapan di Pemimpin Jakarta yang baru, seharusnya para aktivis lingkungan hidup memberikan solusi konkrit dan membangun terkait permasalahan yang ada di perairan teluk Jakarta.


Membaca dampak yang timbul terkait reklamasi teluk Jakarta sangat terasa bagi komunitas masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan yang telah kesulitan dalam mencari hasil laut. Bahkan nelayan harus melaut sejauh +-20 KM dari bibir pantai untuk mendapatkan tangkapan ikan. Dikaji dari agenda reklamasi yang sudah berjalan, bahwa telah merusak terumbu karang yang notabene sebagai habitat ikan-ikan yang berhabitat di perairan teluk Jakarta. Permasalahan ini adalah salah satu problem yang harus dituntaskan oleh kita semua.

Menela’ah dari kacamata sebagai aktivis lingkungan hidup, kami sangat mengharapkan adanya gerakan konkrit untuk merehabilitasi ekosistem biota laut di teluk Jakarta. Baik menggunakan pulau-pulau hasil reklamasi sebagai daerah konservasi khusus hutan bakau yang berguna menahan gelombang pasang yang kerap terjadi di pesisir utara Jakarta. Serta merehabilitasi terumbu karang di teluk Jakarta agar mengembalikan habitat fauna yang seharusnya dapat menjadi sumber penghasilan bagi para nelayan di Jakarta. Kami sangat mengharapkan gerakan ini dapat digalakan bersama-sama dengan dukungan dari pemerintahan provinsi yang akan terbentuk sebagai pengajawantahan visi-misi pemimpin provinsi terpilih. Mari kita wujudkan Jakarta sebagai Simbol Negara “Maritim” Indonesia.

Salam Lestari

Yakin Usaha Sampai

Penulis: Ichwan Abdillah Direktur Eksekutif BAKORNAS LEPPAMI – PB HMI

Leave a Reply

eight − 5 =