Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam

PB HMI dan KNPI Sultra selenggarakan Diskusi Publik, Hadirkan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan

PB HMI dan KNPI Sultra selenggarakan Diskusi Publik, Hadirkan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan

PB HMI dan KNPI Sultra selenggarakan Diskusi Publik. Acara yang digelar, Senin 3 Juli 2017 bertempat di Cafe Kopi Kita, dengan mengangkat tema Pengelolah Pesisir Dan Laut Berkelanjutan Sebagai Pilar Pembangunan Poros Maritim Dunia.

Hadir sebagai key note speaker mantan Menteri Kelautan dan Perikanan  2001-2004, Prof. Dr. Ir Rokhmin Dahuri, MS.

Dalam penjelasannya, Rokhmin Dahuri mengkritik kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mengeluarkan kebijakan untuk mengimpor ikan. Padahal, pihak pemerintah telah mengeluarkan klaim kalau ikan di Indonesia melimpah dalam satu tahun terakhir.


“Impor ikan ini secara luas meliputi segala jenis ikan, kecuali ikan yang dilindungi dan dilarang untuk diperdagangkan di pasar domestik,” katanya.

Menurutnya, kebijakan yang diberlakukan oleh Kementerian yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti ini sangat menyesatkan dada. Sebabnya, ujar dia Negara Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang tiga perempat wilayanya berupa laut dengan potensi produksi lestari.

Selain itu, sambung dia kebijakan tersebut ikut mencederai cita-cita luhur Presiden Jokowi Dodo, dan wakil Presiden Jusuf Kala, untuk menjadikan indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Ikan laut yang besar 7, 3 juta ton/tahun sekitar 8 persen total ikan laut dunia. Terlihat dalam perairan umum darat danau, sungai, waduk dan perairan rawa tawar, terdapat pula potensi produksi ikan 0, 9 juta ton/tahun,” jelasnya.

Ditambah lagi total potensi produksi perikanan budidaya (aqua culture) di laut perairan payau tambak dan perairan tawar perikanan 60 juta ton/tahun.

“Indonesia memiliki total potensi produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya 68,2 juta ton/tahun merupakan terbesar di dunia,” tegasnya.

Sementara konsumsi ikan perkapita sekitar 38 kilogram dan jumlah penduduk 253 juta, total kebutuhan ikan nasional hanya sekitar 9, 7 juta ton/tahun.

“Jika sektor perikanan dikelolah secara cerdas dan benar, indonesia tak hanya mampu memasok ikan untuk kebutuhan domestik akan tetapi juga bisa mengekspor beragam produk perikanan untuk kebutuhan global. Tapi kalau ada kebijakan impor ini sangat mencederai cita-cita pemerintahan saat ini dengan menjadikan Indenesia poros maritim dunia,” sesalnya.

Sumber

Leave a Reply

20 − 14 =